Urusan beli mobil, mau baru atau bekas, enggak melulu soal mesin dan interior. Ada satu hal lagi yang wajib diperhatikan yaitu: kondisi cat bodi. Kenapa hal ini krusial banget, terutama pas cari mobil bekas? Soalnya, kualitas cat bisa jadi ‘cerminan’ riwayat kendaraan tersebut. Mobil yang pernah tabrakan, perbaikan bodi, atau dicat ulang (repaint) biasanya punya ketebalan cat yang beda jauh dari standar pabrikan

Di sinilah coating thickness gauge berperan penting. Alat ini memungkinkan siapa saja, mulai dari calon pembeli mobil bekas, detailer profesional, hingga inspeksi kendaraan untuk mengecek keaslian cat mobil secara objektif dan terukur.
Apa Itu Coating Thickness Gauge dan Perannya dalam Inspeksi Cat?
Coating Thickness Gauge adalah alat ukur canggih non-destruktif yang tugasnya mengukur ketebalan lapisan cat pada permukaan logam maupun non-logam tanpa merusak permukaan yang sedang diuji. Kalau dalam dunia otomotif, alat ini ibarat “detektif” yang bisa mengintip apakah panel mobil masih pakai cat asli pabrikan, atau sudah pernah kena repaint, didempul, bahkan bekas perbaikan bodi yang serius.

Alat ini punya dua teknologi utama:
- Magnetic Induction: Khusus untuk substrat besi atau baja.
- Eddy Current: Khusus untuk substrat aluminium.
Tenang saja, karena teknologinya canggih, pengukuran ini tidak akan merusak atau menggores cat mobil sama sekali. Aman dan efisien!
Berapa Standar Ketebalan Cat Mobil Asli Pabrikan?
Sebelum mulai mengukur, kita wajib tahu dulu patokan dasarnya. Secara umum, standar ketebalan cat orisinil itu ada di kisaran ini:
- Mobil Jepang & Korea: 80 – 180 mikron.
- Mobil Eropa: 100 – 200 mikron.
- Mobil Premium (Multi-layer): 120 – 220 mikron.
Catatan penting: Kalau angkanya sudah tembus di atas 250 mikron, kita patut curiga panel tersebut sudah pernah dicat ulang atau didempul.

Persiapan Sebelum Mulai Mengukur
Biar hasilnya akurat dan enggak meleset, ada ritual persiapan yang harus dilakukan:
- Pastikan Panel Bersih: Jangan ukur di atas debu, lumpur, atau sisa air/wax. Kotoran sekecil apa pun bisa bikin sensor “bingung”.
- Kalibrasi Alat: Lakukan kalibrasi pakai calibration foil dan zero plate sesuai petunjuk. Ini penting banget biar hasil ukurnya konsisten.
- Kenali Materialnya: Cek dulu panelnya terbuat dari besi atau aluminium, karena setelan alatnya bisa berbeda.
Langkah Praktis Cek Cat Original dengan Coating Thickness Gauge
- Mulai dari Atap: Panel atap biasanya paling jarang kena perbaikan (kecuali mobil terguling/kejatuhan pohon). Jadi, angka di atap bisa dijadikan baseline atau patokan awal.
- Ukur Merata di Seluruh Bodi: Jangan pelit titik ukur. Cek kap mesin, fender, pintu, sampai bagasi. Ambil minimal 3–5 titik per panel biar dapat nilai rata-rata yang valid.
- Bandingkan Nilai Antar Panel: Cat asli itu tebalnya relatif seragam. Kalau ada satu pintu yang nilainya beda jauh dari pintu lainnya, itu indikasi kuat adanya perbaikan.
- Waspadai Lonjakan Angka:
- > 300 mikron: Indikasi repaint.
- > 500 mikron: Indikasi dempul tebal.
- > 1000 mikron: Hati-hati, ini tanda perbaikan struktural yang serius (bekas tabrakan parah).

Cara Membaca Hasil: Jangan Asal Vonis
Analisis itu dilihat dari pola keseluruhan, bukan cuma satu titik. Begini cara kami membacanya:
- Nilai Stabil & Seragam: Aman, cat orisinil.
- Satu Panel Jauh Lebih Tebal: Ada repaint lokal di area situ.
- Banyak Panel Bernilai Tinggi: Kemungkinan mobil pernah tabrakan dan diperbaiki massal.
- Angka Naik-Turun Ekstrem di Satu Panel: Dempulnya tidak rata.
Pendekatan ini bikin penilaian kita jadi objektif, bukan pakai perasaan.

Kenapa Mata Telanjang Aja Enggak Cukup?
Mengandalkan inspeksi visual atau cuma asal dilihat-lihat saja sering kali menipu mata kita, apalagi kalau bengkel catnya jago. Ini alasan kenapa kita butuh coating thickness gauge:
- Akurasi Tinggi: Bisa bedain ketebalan sampai ±1 mikron.
- Berbasis Data: Bicara angka pasti, bukan asumsi “kayaknya”.
- Deteksi Repaint Halus: Cat ulang yang kasat mata pun bisa ketahuan.
- Kepercayaan Transaksi: Buat dealer atau inspektor, alat ini bikin klien lebih percaya.

Tips Pro Biar Enggak Salah Analisa
- Pilih alat dengan Dual Sensor (Fe/NFe) biar fleksibel.
- Hindari mengukur pas di lekukan tajam/ekstrem.
- Ukur saat suhu normal (jangan pas mobil habis jemur panas terik banget).
- Selalu simpan/foto hasil pengukuran sebagai bukti.
Rekomendasi Alat: Pilih yang Spesifikasinya Pas
Supaya inspeksinya mantap, jangan asal pilih alat. Kami sangat menyarankan Coating Thickness Gauge Digital dengan spesifikasi profesional yang punya fitur:
- Dual Sensor (Fe/NFe): Bisa baca baja dan aluminium sekaligus.
- Resolusi Tinggi: Minimal 0,1 mikron.
- Layar Jelas: LCD digital yang gampang dibaca.
- Auto Calibration & Memory: Biar kerja lebih cepat dan datanya tersimpan.

LIHAT PRODUK COATING THICKNESS GAUGE KAMI DISINI!
Kenapa Harus Produk dari Testingindonesia?
Sebagai penyedia alat ukur profesional, Testingindonesia enggak main-main soal kualitas. Alat kami sudah dipakai mulai dari sektor otomotif sampai oil & gas.
Keunggulannya jelas:
- Barang Original & Teruji: Bukan barang “kaleng-kaleng”.
- Akurasi Stabil: Mau dipakai berkali-kali, hasilnya tetap presisi.
- Support Juara: Ada dukungan teknis dan layanan purna jual. Enggak cuma jual putus.
- Panduan Lengkap: Kami pastikan Anda paham cara pakainya, bukan cuma punya alatnya.
Jangan Beli Kucing Dalam Karung
Salah menilai kondisi cat bisa bikin rugi jutaan rupiah karena nilai mobil yang jatuh atau perbaikan tersembunyi. Dengan metode cek cat menggunakan Coating Thickness Gauge yang tepat, Anda punya data objektif. Risiko tertipu mobil bekas tabrakan pun bisa ditekan seminimal mungkin. Ini adalah standar inspeksi modern yang dipakai profesional di seluruh dunia.

Butuh alat ukur yang terpercaya? Langsung saja hubungi Testingindonesia. Dengan pilihan produk lengkap dan dukungan tim ahli, kami siap membantu Anda melakukan inspeksi mobil dengan lebih akurat, objektif, dan percaya diri.

