Halo rekan-rekan Engineer, Maintenance Planner, dan tim Quality Control (QC). Pernahkah Anda mengalami situasi “horor” di lapangan seperti ini:

Secara visual, tangki atau pipa penyalur terlihat kokoh. Catnya mungkin sedikit kusam, tapi tidak ada tanda-tanda kebocoran. Namun, saat tekanan dinaikkan atau inspeksi mendalam dilakukan, tiba-tiba—boom—terjadi kebocoran fatal karena dinding besi ternyata sudah menipis drastis akibat korosi dari dalam. Masalah korosi atau karat ini memang seperti “musuh dalam selimut” bagi industri, terutama di sektor Oil & Gas, Manufaktur, hingga Marine. Jika tidak terdeteksi sejak dini, bukan hanya kerugian aset yang akan kita tanggung, tapi juga risiko keselamatan kerja yang fatal.

Lantas, bagaimana cara kita mengukur sisa ketebalan besi yang sudah berkarat tanpa harus memotong pipanya? Mari kita bedah teknisnya.

Mengapa Karat Bikin Pusing Alat Ukur Biasa?

Mengukur ketebalan besi baru yang mulus itu mudah. Tapi, mengukur besi yang sudah termakan usia dan berkarat? Itu tantangan tersendiri.

Karat  atau korosi menciptakan permukaan yang kasar dan tidak rata (pitting). Masalah utamanya adalah:

  1. Permukaan Kasar: Membuat gelombang ultrasonik (suara) menyebar ke mana-mana (scattering), sehingga sinyal balik menjadi lemah.
  2. Lapisan Cat/Coating: Seringkali kita tidak ingin mengupas cat hanya untuk mengukur ketebalan. Alat ukur biasa akan menghitung tebal cat sebagai tebal besi, sehingga data menjadi tidak akurat (false reading).

Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Keselamatan

Kita juga tidak boleh lupa bahwa pemantauan ketebalan ini bukan sekadar inisiatif perusahaan, tapi amanat undang-undang. Di Indonesia, pemerintah sangat ketat mengenai kelaikan operasi peralatan.

Misalnya, merujuk pada Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tangki Timbun, pemeriksaan berkala (termasuk uji ketebalan dinding/wall thickness) adalah wajib hukumnya untuk memastikan sisa ketebalan (remaining life assessment) masih dalam batas aman operasional.

Jika Anda mengabaikan penurunan ketebalan ini, selain risiko kecelakaan kerja, Anda juga berhadapan dengan sanksi ketidakpatuhan terhadap regulasi K3 dan Migas.

Ultrasonic Thickness Gauge dengan Fitur Khusus

Lupakan jangka sorong (caliper) yang tidak bisa menjangkau bagian dalam pipa tertutup. Solusi paling efektif dan non-destruktif saat ini adalah menggunakan Ultrasonic Thickness Gauge.

Namun, Anda tidak bisa sembarang pilih alat. Untuk besi berkarat, Anda memerlukan spesifikasi khusus:

  • Dual Element Transducer: Probe jenis ini memiliki pemancar dan penerima terpisah yang diposisikan sedikit menyudut. Ini sangat efektif untuk mendeteksi pitting corrosion (karat lubang jarum) yang sering luput dari pandangan.
  • Fitur Echo-to-Echo / Thru-Coat: Ini adalah fitur “pintar”. Alat ini mampu mengukur ketebalan logam dasar dan mengabaikan ketebalan lapisan cat atau karat di atasnya. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot mengelupas cat pelindung pipa hanya untuk inspeksi.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bayangkan Anda berteriak ke dalam sumur dan menunggu gema. Ultrasonic Thickness Gauge bekerja dengan cara serupa: menembakkan gelombang suara ke dinding besi. Waktu yang dibutuhkan gelombang untuk memantul kembali dari dinding belakang dikonversi menjadi ukuran ketebalan.

Bedanya, alat yang canggih mampu membedakan mana pantulan dari lapisan karat/cat dan mana pantulan dari dinding besi yang asli. Hasilnya? Data presisi yang bisa menyelamatkan aset miliaran rupiah.

Testing Indonesia: Partner Keandalan Aset Anda

Memilih alat ukur yang tepat di tengah banyaknya spesifikasi teknis memang membingungkan. Anda butuh alat yang tahan banting untuk di lapangan, tapi juga akurat seperti alat laboratorium.

Di Testing Indonesia, kami memahami bahwa setiap milimeter ketebalan sangat berarti bagi keselamatan tim Anda. Kami menyediakan berbagai varian Ultrasonic Thickness Gauge berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk kondisi ekstrem, mulai dari pipa berkarat, bejana tekanan suhu tinggi, hingga struktur kapal. Tim kami bukan sekadar penjual, tapi konsultan teknis yang siap membantu Anda menemukan solusi paling efisien sesuai budget dan kebutuhan teknis di lapangan.

Jangan tunggu sampai bocor baru bertindak. Mari amankan aset dan keselamatan kerja tim Anda mulai hari ini.

Konsultasi & Pemesanan

Diskusikan kebutuhan spesifik Anda dengan tim spesialis kami. Kami siap memberikan demo dan penjelasan teknis lebih lanjut.

Testing Indonesia

Office: Jl. Radin Inten II No 61 B Duren Sawit, Jakarta Timur Phone: 021-2956-3045 Email: sales@testingindonesia.co.id

Fast Response (Whatsapp): 0823-1234-7066 (Bpk. Rizki)

Hubungi kami sekarang untuk penawaran terbaik dan dukungan teknis terpercaya.