Description
Leeb Hardness Tester NOVOTEST T-D2 dirancang untuk pengujian kekerasan non-destructive secara cepat pada berbagai jenis objek. Alat ini menggunakan metode dinamis pengujian kekerasan, yaitu Leeb method, yang telah terstandarisasi sesuai dengan ASTM A596.
Leeb probe digunakan untuk mengukur kekerasan logam non-ferrous, cast iron, material dengan struktur coarse-grained, produk padat, dan lain sebagainya.
Leeb method untuk Pengujian Kekerasan
Metode pengukuran kekerasan Leeb telah sesuai dengan standar ASTM A956. Leeb probe (D type) digunakan untuk mengukur kekerasan objek masif (berat lebih dari 5 kg dan ketebalan lebih dari 10 mm) yang terbuat dari baja, logam non-ferrous, cast iron, material coarse-grained, dan lain-lain. Selain itu, Leeb method merupakan pelengkap sempurna bagi UCI hardness measuring method apabila metode UCI tidak dapat diterapkan.
Metode ini sangat cepat dan mudah digunakan:
Posisikan probe pada objek uji secara vertikal terhadap permukaan objek.
Tekan probe untuk mengisi pegas (charge the spring).
Tekan tombol di bagian atas probe untuk melakukan pengukuran.
Nilai kekerasan akan muncul pada layar dan dapat langsung disimpan.
Untuk Leeb measuring method, NOVOTEST T-D2 secara otomatis menghitung nilai kekerasan untuk berbagai macam material, seperti steel, stainless steel, aluminum, atau cast iron. Alat penguji kekerasan kombinasi ini bersifat universal, tidak memerlukan kalibrasi ulang, dan siap digunakan secara langsung (out of the box).
Fitur Utama:
Pengujian kekerasan untuk standard steels dan alloyed steels.
Pengujian kekerasan untuk cast iron dan non-ferrous metals.
Pengujian tensile strength pada produk carbonized steels kelas pearlite untuk kekuatan tarik.
Implementasi rebound method (Leeb).
Memungkinkan pengguna untuk menguji produk dengan berat lebih dari 5 kg dan ketebalan lebih dari 10 mm tanpa memerlukan tindakan tambahan.
Batasan Penggunaan Leeb Hardness Tester NOVOTEST T-D2
Jika pengguna perlu menguji objek yang beratnya kurang dari 5 kg atau lebih tipis dari 10 mm, maka objek tersebut harus ditempelkan secara rapat (lap tightly) ke permukaan base plate yang memiliki berat lebih dari 5 kg.






