Subgrade atau tanah dasar merupakan bagian penting dalam konstruksi landasan pacu bandara. Lapisan ini menopang struktur perkerasan di atasnya dan membantu mendistribusikan beban pesawat ke tanah di bawahnya. Jika tanah dasar terlalu lunak, tidak seragam, atau mengalami deformasi berlebihan, risiko penurunan permukaan dan kerusakan perkerasan dapat meningkat.
Karena itu, Uji Subgrade Landasan Pacu Bandara perlu dilakukan untuk membantu memastikan kondisi tanah dasar sesuai dengan persyaratan teknis proyek. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pengujian menggunakan light weight deflectometer, yaitu alat portabel yang mengukur respons defleksi permukaan ketika menerima beban impuls.
Pengujian ini memberikan informasi mengenai respons mekanis dan karakteristik kekakuan material yang telah dipadatkan. Hasilnya dapat membantu tim quality control (QC) mengidentifikasi variasi kondisi lapangan, mengevaluasi hasil pemadatan, serta menentukan lokasi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Meskipun demikian, hasil LWD tetap perlu dinilai bersama parameter geoteknik lainnya dan tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar penerimaan tanah dasar.

Mengapa Subgrade Landasan Pacu Bandara Perlu Diuji?
Landasan pacu menerima beban berulang dari pesawat saat mendarat, lepas landas, maupun bergerak di permukaan perkerasan. Beban tersebut diteruskan melalui lapisan perkerasan dan lapisan fondasi menuju tanah dasar. Apabila subgrade tidak memiliki karakteristik mekanis yang sesuai dengan desain, deformasi dapat berkembang dan memengaruhi kinerja perkerasan selama masa pelayanan.
Proses pemadatan saja belum menjamin seluruh area memiliki kondisi yang seragam. Perbedaan jenis tanah, kadar air, ketebalan lapisan, dan energi pemadatan dapat menyebabkan setiap titik memberikan respons mekanis yang berbeda. Permukaan yang terlihat rata belum tentu memiliki kekakuan yang sama dengan area di sekitarnya.
Di sinilah pengujian lapangan berperan penting. Data hasil LWD dapat digunakan untuk membandingkan respons antartitik dan membantu mengidentifikasi lokasi yang perlu diperiksa lebih lanjut. Jika ditemukan hasil yang menyimpang, tim pelaksana dapat mengevaluasi kadar air, kondisi material, dan metode pemadatan sebelum melanjutkan pekerjaan.
Subgrade yang memenuhi persyaratan juga perlu didukung oleh kondisi drainase yang baik. Air yang berlebihan dapat mengubah respons tanah dan memengaruhi kestabilan lapisan. Oleh sebab itu, pemeriksaan kekakuan sebaiknya berjalan bersama pengujian kepadatan, kadar air, daya dukung, dan parameter lain yang diwajibkan dalam spesifikasi proyek.
Apa Itu Light Weight Deflectometer dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Light weight deflectometer atau LWD merupakan alat pengujian portabel yang mengukur defleksi permukaan akibat beban impuls. Alat ini juga dikenal sebagai Portable Falling-Weight Deflectometer (PFWD) dan umumnya digunakan untuk mengevaluasi lapisan tanah maupun material perkerasan yang tidak terikat.
Prinsip kerjanya cukup sederhana. Pemberat dijatuhkan dari ketinggian tertentu menuju sistem pembebanan yang dilengkapi pelat. Energi tumbukan kemudian diteruskan ke permukaan material. Sensor mengukur defleksi yang terjadi, sedangkan perangkat dengan konfigurasi pengukuran gaya yang sesuai juga merekam beban yang diberikan.
Berdasarkan data tersebut, sistem dapat menampilkan nilai defleksi dan, pada perangkat tertentu, parameter modulus deformasi dinamis seperti Evd. Nilai modulus dihitung menggunakan rumus dan asumsi tertentu sesuai metode atau konfigurasi alat.
Beberapa komponen utama LWD meliputi:
- Pemberat dan batang pemandu, untuk menghasilkan serta mengarahkan beban impuls.
- Pelat pembebanan, untuk meneruskan beban ke permukaan tanah.
- Sensor defleksi dan perangkat pengukuran gaya, untuk merekam respons pengujian sesuai konfigurasi alat.
- Unit pembaca data, untuk menampilkan dan menyimpan hasil pengukuran.
LWD menawarkan keuntungan berupa pengukuran yang relatif cepat dan dapat dilakukan langsung di lapangan. Namun, hasil pengujian dipengaruhi oleh jenis material, kondisi kelembapan, kontak pelat, besar tegangan, serta konfigurasi perangkat. Karena itu, hasil dari alat berbeda tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung tanpa memastikan kesesuaian metode pengujiannya.

Prosedur Pengujian LWD pada Tanah Dasar Landasan Pacu
Pelaksanaan pengujian harus mengikuti metode yang disyaratkan dalam dokumen proyek dan petunjuk produsen. Sebelum pengukuran dimulai, tim perlu memastikan lokasi pengujian, jenis material, kondisi permukaan, dan kriteria penerimaan sudah ditentukan.
Berikut tahapan umum pengujian LWD.
1. Menentukan lokasi pengujian
Titik pengujian ditetapkan berdasarkan rencana sampling yang disetujui. Sebaran lokasi perlu mempertimbangkan panjang dan lebar area kerja, perubahan jenis tanah, area timbunan, serta lokasi yang berpotensi mengalami pemadatan tidak merata.
Catat identitas atau koordinat titik, lapisan yang diuji, dan kondisi lingkungan. Dokumentasi tersebut memudahkan penelusuran hasil, terutama apabila diperlukan pengujian ulang setelah perbaikan.
2. Memeriksa kondisi permukaan dan alat
Pastikan permukaan cukup rata agar pelat dapat berkontak dengan material secara memadai. Material lepas, rongga, atau tonjolan lokal dapat mengganggu transfer beban sehingga memengaruhi hasil pengukuran.
Sebelum digunakan, periksa kondisi pelat, sensor, batang pemandu, sistem pelepas pemberat, dan unit pembaca data. Status kalibrasi atau verifikasi juga harus sesuai dengan ketentuan produsen dan prosedur proyek.
3. Melakukan pembebanan
Tempatkan pelat pada titik yang sudah disiapkan, lalu pasang komponen alat sesuai petunjuk penggunaan. Lakukan pembebanan dengan massa pemberat, tinggi jatuh, dan jumlah tumbukan yang ditentukan oleh metode pengujian.
Pada tahap ini, operator tidak boleh mengubah prosedur hanya untuk memperoleh nilai yang lebih tinggi. Setiap pengukuran harus dilakukan secara konsisten agar hasil antartitik dapat dibandingkan dengan lebih andal.
4. Mencatat dan mengevaluasi hasil
Catat nilai gaya jika tersedia, defleksi, Evd apabila dihitung oleh alat, jumlah tumbukan, dan kondisi permukaan. Apabila terdapat perbedaan mencolok antarpengulangan, periksa kemungkinan gangguan kontak pelat, perubahan kondisi tanah, atau kesalahan pelaksanaan.
Hasil kemudian dibandingkan dengan kriteria penerimaan yang berlaku. Jika terdapat titik yang tidak memenuhi persyaratan, lakukan pemeriksaan penyebab dan tentukan tindakan korektif sesuai prosedur proyek sebelum pengujian ulang.
Cara Membaca dan Menginterpretasikan Hasil Uji LWD
Interpretasi hasil LWD perlu dimulai dengan memahami parameter yang diukur. Defleksi merupakan perpindahan permukaan akibat beban, sedangkan Evd merupakan parameter modulus deformasi dinamis yang dihitung berdasarkan respons pengukuran dan model yang digunakan.
Pada kondisi pengujian yang sebanding, defleksi yang lebih kecil umumnya menunjukkan respons yang lebih kaku. Sebaliknya, defleksi yang lebih besar dapat mengindikasikan respons material yang lebih lunak. Namun, hubungan ini perlu dinilai dengan mempertimbangkan karakteristik material, kondisi kelembapan, dan konfigurasi alat.
Penting untuk dipahami bahwa nilai Evd bukan persentase kepadatan tanah. Kepadatan biasanya ditentukan melalui pengujian tersendiri dan, jika disyaratkan, dibandingkan dengan kepadatan maksimum hasil pengujian laboratorium. Jika proyek ingin menggunakan hubungan antara Evd dan kepadatan sebagai dasar pengendalian mutu, hubungan tersebut perlu divalidasi untuk material dan kondisi yang relevan.

Dalam pelaksanaan Uji Subgrade Landasan Pacu Bandara, hasil pengukuran harus dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis proyek. Tidak ada satu nilai Evd yang otomatis berlaku sebagai batas penerimaan untuk seluruh jenis tanah dan semua proyek bandara.
Jika hasil berada di bawah target, tim perlu memeriksa beberapa kemungkinan penyebab, seperti:
- Kadar air material yang tidak sesuai dengan kondisi pemadatan yang ditargetkan.
- Ketebalan lapisan atau proses pemadatan yang tidak seragam.
- Kontak pelat dengan permukaan yang kurang baik.
- Perbedaan jenis material atau kondisi lapisan di bawah titik pengujian.
- Gangguan prosedur atau masalah pada perangkat pengukuran.
Evaluasi tersebut membantu tim menentukan apakah diperlukan pemadatan ulang, penyesuaian kadar air, pemeriksaan tambahan, atau tindakan perbaikan lainnya.
Standar dan Pengendalian Mutu Pengujian LWD
Salah satu acuan yang relevan adalah ASTM E2583-07(2025), yang membahas metode pengukuran defleksi permukaan menggunakan LWD pada permukaan beraspal maupun tidak beraspal. Data hasil pengujian dapat digunakan untuk mendukung pengendalian mutu lapisan yang dipadatkan dan mengevaluasi karakteristik material melalui analisis yang sesuai.
Sementara itu, ASTM E3331-22a membahas penentuan modulus target menggunakan LWD pada sampel material yang dipadatkan dalam cetakan Proctor di laboratorium. Pendekatan ini dapat membantu mengembangkan kriteria penerimaan untuk material yang sebanding dengan kondisi pengujian lapangan.
Penerapan standar tersebut tetap harus disesuaikan dengan dokumen kontrak, persyaratan desain, dan ketentuan teknis yang berlaku pada proyek bandara. Standar metode pengujian menjelaskan cara memperoleh atau mengevaluasi data, tetapi tidak otomatis menetapkan satu batas penerimaan yang cocok untuk semua kondisi.
Pengendalian mutu yang baik juga mencakup pemeriksaan alat sebelum digunakan, konsistensi prosedur, penetapan lokasi sampling, pencatatan kondisi lapangan, dan penyimpanan hasil secara terstruktur. Dengan dokumentasi yang lengkap, hasil pengujian dapat ditelusuri kembali dan digunakan sebagai dasar evaluasi apabila ditemukan ketidaksesuaian.

LIHAT PRODUK LIGHT WEIGHT DEFLECTOMETER KAMI DISINI!
LWD membantu mengevaluasi respons defleksi dan karakteristik kekakuan tanah dasar secara relatif cepat di lapangan. Melalui prosedur yang konsisten, alat ini mendukung pengendalian mutu, identifikasi variasi kondisi material, dan penentuan lokasi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Keberhasilan Uji Subgrade Landasan Pacu Bandara tidak cukup ditentukan oleh satu nilai pengukuran. Hasil LWD harus dibaca sesuai metode pengujian, jenis material, kondisi kelembapan, dan target proyek, kemudian dievaluasi bersama parameter lain yang diwajibkan. Pendekatan ini membantu menghasilkan keputusan QC/QA yang lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai light weight deflectometer maupun kebutuhan alat pengujian lapangan, Testing Indonesia menyediakan informasi produk dan dukungan sesuai kebutuhan proyek. Anda dapat melihat pilihan jual Light weight deflectometer atau berkonsultasi dengan tim untuk membantu menentukan perangkat yang sesuai dengan metode pengujian dan kebutuhan pekerjaan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Perusahaan: Testing Indonesia
Telepon: 021-2956-3045
WhatsApp: 0823-1234-7066 (Rizki)
Email: sales@testingindonesia.co.id
Office: Jl. Radin Inten II No 61 B, Duren Sawit, Jakarta Timur
Konsultasikan kebutuhan alat pengujian Anda bersama Testing Indonesia agar pemilihan perangkat dan pelaksanaan pengujian dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis proyek.

