Memastikan kekuatan material sebelum produksi merupakan bagian penting dari pengendalian kualitas. Baja, plastik, dan karet harus memiliki karakteristik mekanis sesuai kebutuhan aplikasinya. Pemeriksaan visual saja tidak cukup untuk mengetahui beban yang mampu ditahan material atau perubahan bentuknya saat menerima gaya.
Pengujian perlu dilakukan dengan metode terukur. Salah satu alat yang digunakan adalah Universal Testing Machine untuk menguji respons material terhadap gaya tarik, tekan, dan lentur. Apa saja Daftar Standar Uji ASTM dan ISO yang dapat diterapkan menggunakan UTM?

Mengenal Universal Testing Machine
Universal Testing Machine (UTM) mengukur respons spesimen terhadap gaya tarik (tensile), tekan (compression), atau lentur (flexural), termasuk gaya dan perubahan bentuk yang terjadi.
Prinsipnya mirip saat menarik karet gelang hingga memanjang dan putus. UTM melakukan proses tersebut secara terkendali, dengan kecepatan dan pengukuran yang presisi. Bentuk serta ukuran spesimen mengikuti metode pengujian.
Parameter hasil uji dapat mencakup tensile strength, yield strength, elongation, compressive strength, Young’s modulus, dan flexural strength. Parameter yang tersedia bergantung pada metode dan instrumen.
Mengapa Pengujian UTM Harus Mengikuti Standar?
Mesin yang canggih belum otomatis menjamin hasil dapat dibandingkan. Standar ASTM atau ISO mengatur persiapan spesimen, kondisi pengujian, kecepatan pembebanan, dan pelaporan.
Baja, plastik, dan karet memiliki respons berbeda terhadap beban. Spesimen serupa pun dapat menghasilkan data berbeda jika dimensi, temperatur, atau kecepatan pengujian tidak seragam.
Standar membuat data lebih konsisten untuk quality control, pemeriksaan bahan baku, penelitian, dan pengembangan produk. Saat membaca Daftar Standar Uji ASTM dan ISO, perhatikan ruang lingkup tiap standar.
Standar ASTM untuk Pengujian Material Logam
ASTM International menerbitkan metode pengujian mekanis logam. Dua standar yang umum diterapkan dengan UTM adalah:
- ASTM E8/E8M – Tension Testing of Metallic Materials
Standar ini mengatur uji tarik logam seperti baja dan aluminium. Hasilnya dapat mencakup tensile strength, yield strength, elongation, dan reduction of area untuk menilai kesesuaian material bagi konstruksi atau manufaktur.
- ASTM E9 – Compression Testing of Metallic Materials at Room Temperature
ASTM E9 mengatur uji tekan logam pada temperatur ruang untuk mempelajari respons dan perilaku tegangan-regangannya. Bentuk spesimen serta penyiapan permukaan harus mengikuti ketentuan metode.
Standar ASTM untuk Pengujian Plastik
Karakteristik plastik beragam. Metode pengujian harus disesuaikan dengan jenis material dan spesimen. Standar yang umum digunakan meliputi:
- ASTM D638 – Tensile Properties of Plastics
Mengukur sifat tarik plastik, termasuk tensile strength, elongation, dan modulus tarik.
- ASTM D790 – Flexural Properties of Plastics
Mengukur sifat lentur plastik berpenguat maupun tanpa penguat, umumnya melalui metode three-point bending dengan fixture yang sesuai.
- ASTM D695 – Compressive Properties of Rigid Plastics
Digunakan untuk mengevaluasi perilaku plastik kaku saat menerima gaya tekan.
- ASTM D882 – Tensile Properties of Thin Plastic Sheeting
Menguji sifat tarik lembaran plastik tipis dan film di bawah 1 mm. Penjepitan perlu diperhatikan agar spesimen tidak tergelincir atau rusak.
Berbagai pengujian tersebut dapat dilakukan pada satu UTM jika kapasitas mesin, grip, dan fixture sesuai.

Standar ASTM untuk Pengujian Karet
Untuk material elastomer, salah satu acuannya adalah ASTM D412 – Standard Test Methods for Vulcanized Rubber and Thermoplastic Elastomers—Tension.
Standar ini mengatur uji tarik karet vulkanisasi dan elastomer termoplastik. Hasilnya meliputi tensile strength, elongation at break, dan tensile stress pada perpanjangan tertentu, yang berguna untuk mengevaluasi seal, gasket, serta komponen otomotif.
Standar ISO untuk Pengujian Material Logam
International Organization for Standardization (ISO) juga menerbitkan standar pengujian material.
- ISO 6892-1 – Metallic Materials: Tensile Testing at Room Temperature
ISO 6892-1 mengatur uji tarik logam pada temperatur ruang untuk memperoleh kekuatan tarik, tegangan luluh, dan perpanjangan. Laju pengujian perlu dikendalikan.
- ISO 6892-2 – Metallic Materials: Tensile Testing at Elevated Temperature
Standar ini digunakan untuk uji tarik logam pada temperatur tinggi. Diperlukan furnace yang kompatibel serta pengendalian temperatur sesuai metode.
Standar ISO untuk Pengujian Plastik
Standar ISO untuk sifat mekanis plastik antara lain:
- ISO 527-1 dan ISO 527-2 – Determination of Tensile Properties
ISO 527-1 menjelaskan prinsip umum uji tarik plastik; ISO 527-2 menetapkan kondisi untuk plastik hasil molding dan extrusion. Data mencakup tensile strength dan tensile modulus.
- ISO 178 – Determination of Flexural Properties
Menentukan sifat lentur plastik kaku dan semi-kaku, umumnya dengan metode three-point bending.
- ISO 604 – Determination of Compressive Properties
ISO 604 mengatur uji tekan plastik untuk mengevaluasi compressive strength dan compressive modulus.
Standar tersebut mendukung pengendalian kualitas manufaktur plastik dan laboratorium material.
Standar ISO untuk Pengujian Karet
ISO 37:2024 – Rubber, Vulcanized or Thermoplastic: Determination of Tensile Stress-Strain Properties mengatur penentuan sifat tegangan-regangan karet vulkanisasi dan termoplastik.
Parameter yang diperoleh meliputi tensile strength, elongation at break, dan tensile stress pada perpanjangan tertentu untuk mengevaluasi kekuatan serta elastisitas produk.
Standar Kalibrasi dan Verifikasi Mesin UTM
Standar material mengatur cara menguji spesimen, sedangkan standar kalibrasi dan verifikasi memeriksa sistem pengukuran mesin.
- ASTM E4 – Standard Practices for Force Calibration and Verification of Testing Machines
ASTM E4 digunakan untuk kalibrasi dan verifikasi sistem pengukuran gaya mesin.
- ISO 7500-1 – Metallic Materials: Calibration and Verification of Static Uniaxial Testing Machines
ISO 7500-1 mengatur kalibrasi dan verifikasi mesin tarik-tekan statis satu sumbu, termasuk pemeriksaan sistem pengukuran gaya dan penentuan kelas mesin.
Keduanya bukan metode uji kekuatan material, melainkan acuan untuk memastikan keandalan pengukuran UTM.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih atau Menggunakan UTM
Tentukan material dan standar pengujian sebelum memilih atau mengoperasikan mesin. Perhatikan hal berikut.
Pertama, kapasitas beban mesin. Sesuaikan kapasitas dengan gaya maksimum. Rentang pengukuran yang tidak tepat dapat mengurangi ketelitian, terutama pada beban kecil.
Kedua, jenis material dan spesimen. Bentuk dan dimensi spesimen harus mengikuti standar.
Ketiga, aksesori pengujian. Pastikan grip, compression platen, bending fixture, atau extensometer tersedia sesuai metode.
Keempat, sistem pengukuran. Periksa load cell, pengukuran deformasi, pengaturan kecepatan, dan perangkat lunak.
Kelima, kalibrasi dan verifikasi. Pastikan sistem pengukuran gaya diverifikasi dan edisi standar sesuai persyaratan proyek.

Temukan Universal Testing Machine yang Sesuai untuk Kebutuhan Anda
Memahami Daftar Standar Uji ASTM dan ISO membantu laboratorium memilih metode untuk menguji logam, plastik, dan karet. ASTM E8/E8M, ASTM D638, ASTM D790, ISO 6892-1, ISO 527, serta ISO 178 merupakan beberapa contoh metode uji material. ASTM E4 dan ISO 7500-1 digunakan untuk kalibrasi serta verifikasi mesin.
Pilih UTM berdasarkan material, metode, kapasitas beban, aksesori, dan sistem pengukuran. Saat mencari Jual Universal Testing Machine, pastikan spesifikasi alat sesuai kebutuhan.
Untuk konsultasi Universal Testing Machine, kapasitas, dan aksesori yang sesuai, hubungi Testing Indonesia:
Testing Indonesia
Telepon: 021-2956-3045
WhatsApp: 0823-1234-7066 (Rizki)
Email: sales@testingindonesia.co.id
Office: Jl. Radin Inten II No 61 B, Duren Sawit, Jakarta Timur

