TESTINGINDONESIA.CO.ID – Balancing machine merupakan mesin pengujian yang biasanya digunakan untuk mengidentifikasi dan melakukan pengukuran terhadap komponen pada sebuah mesin yang tidak seimbang atau unbalance, kondisi tidak seimbang atau unbalace biasanya dialami pada bagian komponen putar dalam mesin yang bekerja untuk menyalurkan pergerakan pada komponen lain, sehingga mesin dapat bekerja dengan baik diantranya pulley,baling-baling, brake disc serta crank shaft dll, apabila salah satu dari bagian tersebut mengalami unbalance biasanya akan menimbulkan kebisingan pada mesin uji dan dapat merusak bagian lain dari mesin, untuk dapat melakukan perbaikan dengan baik diperlukan balancing machine agar dapat mengidentifikasi penyebab dari unbalance pada komponen yang diujinya.

Kondisi unbalance tentunya dapat terjadi kapan saja tergantung dari cara penggunan dari suatu mesin ataupun perawatan yang dilakukan pada mesin, beberapa faktor diantaranya yang dapat menyebabkan kondisi unbalance diantaranya:

  • Terdapat kesalahan pada perakitan mesin
  • Perbedaan ukuran komponen
  • Terjadinya perubahan kecepatan mesin secara intensif
  • Perubahan gaya aerodinamis

Proses kerja dari balancing machine sendiri dengan melakukan pengukuran terhadap massa object ketika melakukan putaran dalam mesin, lalu getaran yang muncul pada suspense akan terdeteksi oleh sensor dalam mesin pengujian, sehingga kondisi atau nilai dari hasil pengujian dapat diketahui, selain digunakan untuk menganalisa balancing machine juga dapat memberikan data mengenai berapa banyak massa yang dibutuhkan atau mengurangi jumlah massa agar dapat menghasilkan komponen mesin yang stabil pada mesin.

Mesin balancing memiliki 2 jenis mesin yaitu hard bearing dan softbearing

  • Hardbearing
    Hardbearing dapat menyeimbangkan baigian yang diujinya dengan frekuensi yang lebih rendah dibandingkan frekuensi resonasi yang terdapat pada suspense. Biasanya lebih freksible dan dapat digunakan pada banyak bagian dengan massa yang bervariasi, mesin dengan hardbearing lebih cocok digunakan untuk mesin produksi berkapasitas low dan middle.
  • Softbearing
    Memiliki kemampuan untuk melakukan balancing pada object yang diujinya dengan frekuensi lebih tinggi dibandingkan frekuensi rasonansi dari suspense. Softbearing juga biasanya digunakan untuk menyeimbangkan rotor yang berkapasitas berat, dalam pengujian yang dilakukan dapat dikatakan lebih memakan banyak waktu sebab dibutuhkannya waktu dalam melakukan kalibrasi.

Cara kerja balancing machine
Pada dalam mesin balancing putaran akan bertumpu pada bearing beserta sensor getaran yang ada pada suspense, pada mesin bertipe softbearing biasanya sudah menggunakan sensor velocity, sehingga sensor ini dapat menggearkan magnet yang terhubung dengan tujuan menjaga putaran agar tetap stabil hingga dapat menghasilkan tegangan yang sebanding dengan kecepatan pada getaran, semua data dari pengujian yang dilakukan oleh mesin balancing nantinya akan dapat dipantau dari monitor yang terpasang pada mesin uji.

BACA JUGA: METODE HARDNESS TESTER YANG HARUS DIKETAHUI

mesin balancing

Testing Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan alat uji menjual berbagai alat uji salah satunya merupakan balancing machine, testing Indonesia menjual balancing machine berkualitas sehingga pengujian yang dilakukan dapat menghasilkan data yang valid, untuk melakukan pemesanan alat uji tersebut dapat menghubungi testing Indonesia melalui nomor pada bagian bawah ini.

 

PT TESTINDO | Testingindonesia.co.id
Jl.Radin Inten II No 61B Duren Sawit Jakarta Timur
Whatsapp : +62 815-6141-954 (Zulfikri)
Email: sales@testindo.com
Telp: (021) 2956 3045

2 Thoughts on “Cara Kerja Balancing Machine”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *