Universal Testing Machine adalah salah satu alat uji mekanik yang paling banyak diandalkan di dunia industri, laboratorium, institusi penelitian, dan lingkungan kampus hingga saat ini. Dengan fungsi yang sangat penting, yaitu mengukur sifat mekanik material. Pengukuran ini mencakup tensile strength, compressive strength, flexural strength, shear strength, hingga elongasi material.

Dengan fungsinya yang penting tersebut, pengoperasian universal testing machine ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kesalahan prosedur sekecil apa pun bisa berdampak luas, mulai dari hasil uji yang meleset, alat yang rusak, hingga risiko keselamatan bagi operator. 

Di sinilah pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Dengan SOP yang tepat, proses pengujian bisa tetap aman, efisien, dan menghasilkan data yang benar-benar bisa dipercaya. Simak cara pengoperasian Universal Testing Machine sesuai SOP dibawah ini!

Apa Itu Universal Testing Machine?

Universal Testing Machine atau UTM adalah mesin uji material yang dirancang untuk memberikan gaya tarik maupun tekan pada spesimen hingga mencapai batas tertentu atau sampai spesimen tersebut mengalami kegagalan. Mesin ini memiliki cakupan pengujian yang cukup luas, mulai dari baja, aluminium, plastik, komposit, karet, kayu, beton, mortar, geotekstil, hingga berbagai material konstruksi lainnya.

UTM generasi terbaru pun sudah jauh lebih canggih. Alat ini umumnya dilengkapi load cell berakurasi tinggi, software pengolahan data, extensometer digital, berbagai jenis grip, serta sistem kontrol berbasis komputer. Dengan kelengkapan ini, Universal Testing Machine modern mampu menghasilkan data pengujian yang jauh lebih presisi dibanding generasi sebelumnya.

Tujuan Penerapan SOP Universal Testing Machine

Penerapan SOP ini bukan hanya sekadar formalitas administratif saja. Melainkan ada beberapa tujuan penting di baliknya, yaitu:

  • Menjamin keselamatan operator
  • Menjaga keakuratan hasil pengujian
  • Meminimalkan risiko kerusakan alat
  • Memastikan prosedur pengujian sesuai standar
  • Memperpanjang umur pakai mesin
  • Menekan potensi kesalahan manusia (human error)

Jika SOP ini dijalankan dengan baik dan benar, seluruh proses pengujian akan menjadi lebih rapi, terukur, dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan.

Persiapan Sebelum Mengoperasikan UTM

Terkadang, Tahap persiapan sering disepelekan, padahal di sinilah pondasi keamanan dan akurasi pengujian dibangun. Berikut adalah tahapan yang harus Anda lakukan sebelum pengoperasian universal testing machine: 

1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)

Sebelum menyentuh mesin, pastikan operator sudah dilengkapi dengan APD, meliputi:

  • Safety shoes
  • Kacamata pelindung
  • Sarung tangan sesuai kebutuhan
  • Jas laboratorium
  • Helm keselamatan jika diperlukan

APD ini bukan sekadar formalitas. Fungsinya adalah melindungi operator dari pecahan spesimen maupun risiko mekanis lain yang mungkin terjadi selama proses pengujian berlangsung.

2. Lakukan Pemeriksaan Kondisi Mesin

Sebelum dioperasikan, seluruh komponen mesin wajib dipastikan dalam kondisi yang baik, di antaranya:

Selain itu, periksa juga apakah ada kebocoran oli, baut yang longgar, kerusakan mekanis, atau bunyi yang tidak biasa. Jika menemukan salah satu tanda kerusakan tersebut, sebaiknya hentikan terlebih dahulu penggunaan mesin, lalu lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum melanjutkan pengujian.

3. Pastikan Kalibrasi Masih Berlaku

UTM wajib memiliki sertifikat kalibrasi yang masih aktif. Kalibrasi ini penting karena memastikan gaya yang diberikan sesuai dengan standar yang berlaku, pembacaan load cell akurat, dan pada akhirnya data hasil uji benar-benar bisa dipercaya. Biasanya, kalibrasi dilakukan secara berkala sesuai standar laboratorium atau mengikuti rekomendasi dari produsen mesin.

4. Bersihkan Area Kerja

Area kerja di sekitar mesin juga perlu diperhatikan. Pastikan area tersebut bersih, tidak licin, bebas dari benda asing, dan tidak menghalangi pergerakan operator. Lingkungan kerja yang rapi seperti ini akan membantu mengurangi risiko kecelakaan selama proses pengujian berlangsung.

Pemeriksaan Spesimen Sebelum Pengujian

Sebelum spesimen dipasang ke mesin, ada beberapa hal yang wajib diperiksa terlebih dahulu. Hal tersebut meliputi dimensi spesimen (ketebalan, diameter, panjang ukur) serta kondisi permukaannya, apakah retak ata u cacat. Seluruh dimensi ini harus diukur menggunakan alat ukur yang sudah dikalibrasi, supaya hasil uji nantinya benar-benar akurat.

Langkah-Langkah SOP Pengoperasian Universal Testing Machine 

Setelah tahap persiapan selesai, saatnya masuk ke proses pengujian itu sendiri. Berikut urutan langkahnya:

  1. Nyalakan mesin. Hidupkan main power, komputer, dan software UTM. Pastikan seluruh sistem berhasil melalui proses inisialisasi tanpa muncul pesan error.
  2. Buka software pengujian. Masukkan parameter pengujian sesuai standar, meliputi jenis material, nomor sampel, nama operator, metode pengujian, kecepatan pengujian, kapasitas load cell, hingga dimensi spesimen. Pastikan semua data sudah benar sebelum pengujian dimulai.
  3. Pilih jenis grip yang tepat. Setiap material membutuhkan grip yang berbeda:
    • Grip tarik untuk baja, aluminium, plastik, dan komposit
    • Compression plate untuk beton, mortar, dan batu
    • Flexural fixture untuk pengujian lentur, balok beton, plastik, dan kayu
  4. Pemilihan grip yang tepat akan sangat memengaruhi akurasi hasil uji.
  5. Pasang spesimen. Posisikan tepat di tengah, pastikan tidak miring, tidak bergeser, dan tidak terlalu longgar atau terlalu erat saat dijepit. Kesalahan pemasangan di tahap ini bisa menyebabkan pembebanan menjadi tidak merata.
  6. Atur posisi crosshead. Turunkan atau naikkan hingga posisi yang sesuai, dan pastikan belum menekan spesimen sebelum pengujian resmi dimulai.
  7. Lakukan zeroing. Atur zero load dan zero displacement agar data pengujian dimulai dari nilai nol.
  8. Jalankan pengujian. Tekan tombol start test. Mesin akan mulai memberikan gaya secara bertahap. Selama proses berlangsung, jangan menyentuh spesimen atau berada terlalu dekat dengan mesin. Amati grafik pada software dan perhatikan suara mesin selama pengujian. Jika muncul suara yang tidak normal, segera tekan emergency stop.
  9. Selesaikan pengujian. Pengujian akan berhenti otomatis apabila material patah, atau target beban, displacement, maupun strain sudah tercapai. Software akan menyimpan seluruh data pengujian secara otomatis.

Pengambilan Data Hasil Uji

Setelah pengujian selesai, beberapa data yang biasanya diperoleh meliputi:

  • Maximum load
  • Yield strength
  • Ultimate tensile strength
  • Breaking load
  • Modulus elastisitas
  • Stress-strain curve
  • Elongation
  • Reduction of area

Sebelum dituangkan ke dalam laporan, seluruh data ini sebaiknya diperiksa ulang untuk memastikan tidak ada kesalahan pembacaan atau pemasukan data.

Pelepasan Spesimen Setelah Pengujian

Begitu pengujian selesai, pastikan crosshead sudah berhenti sempurna sebelum melepaskan tekanan pada grip. Ambil spesimen dengan hati-hati, dan gunakan sarung tangan apabila spesimen memiliki sisi tajam atau pecahan. Khusus untuk material yang patah menjadi beberapa bagian, sebaiknya kumpulkan seluruh fragmennya jika masih dibutuhkan untuk analisis lebih lanjut.

Pembersihan Mesin Setelah Pengujian

Setelah seluruh proses pengujian rampung, luangkan waktu untuk membersihkan mesin. Bersihkan grip, compression plate, dan meja mesin dari sisa serpihan material maupun debu, lalu lap permukaan mesin menggunakan kain bersih. Ada satu hal penting yang harus diperhatikan: hindari penggunaan cairan pembersih yang bersifat korosif karena bisa merusak komponen mesin dalam jangka panjang.

Mematikan UTM

Urutan mematikan mesin juga tidak boleh sembarangan. Berikut urutan yang benar:

  1. Simpan hasil pengujian
  2. Tutup software
  3. Matikan komputer
  4. Matikan mesin
  5. Putuskan daya listrik jika diperlukan

Pastikan juga tidak ada spesimen yang masih terpasang pada mesin sebelum benar-benar meninggalkan area kerja.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan UTM

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi di lapangan, di antaranya:

  • Menggunakan load cell dengan kapasitas yang tidak sesuai
  • Tidak melakukan kalibrasi secara berkala
  • Salah memilih grip
  • Spesimen tidak berada pada posisi sentral
  • Kecepatan pengujian tidak sesuai standar
  • Tidak melakukan zero load sebelum pengujian
  • Mengabaikan suara atau getaran abnormal
  • Mengoperasikan mesin tanpa APD
  • Tidak membersihkan mesin setelah digunakan
  • Memaksakan pengujian pada spesimen yang melebihi kapasitas mesin

Menghindari kesalahan-kesalahan di atas akan sangat membantu menjaga performa alat sekaligus meningkatkan kualitas hasil pengujian secara keseluruhan.

Menjalankan SOP UTM secara aman dan benar adalah langkah penting untuk memastikan setiap proses pengujian berjalan aman, efisien, dan menghasilkan data yang akurat. Mulai dari pemeriksaan mesin, persiapan spesimen, pemilihan aksesori yang tepat, pelaksanaan pengujian, hingga pembersihan dan perawatan setelah digunakan, seluruh tahapan ini perlu dilakukan secara sistematis dan tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Dengan disiplin menerapkan SOP, risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan, umur pakai mesin menjadi lebih panjang, dan kualitas hasil pengujian tetap konsisten serta dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sangat penting, baik bagi laboratorium, institusi pendidikan, maupun industri yang mengandalkan data pengujian material sebagai dasar pengambilan keputusan.

LIHAT PRODUK UNIVERSAL TESTING MACHINE KAMI DISINI!

Jangan biarkan kesalahan prosedur mengorbankan keselamatan tim maupun akurasi data pengujian Anda. Jika Anda sedang mencari UTM berkualitas, membutuhkan jasa kalibrasi, atau ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar pengujian material, tim Testing Indonesia siap membantu. 

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:

Perusahaan: Testing Indonesia

Telepon: 021-2956-3045

WhatsApp: 0823-1234-7066 (Rizki)

Email: sales@testingindonesia.co.id

Office: Jl. Radin Inten II No 61 B, Duren Sawit, Jakarta Timur