Testing Indonesia – Universal Testing Machine adalah sebuah alat yang digunakan untuk melakukan pengujian pada sifat mekanik sebuah benda. Spesimen yang diujikan akan diberikan tegangan berupa tarikan, tekanan atau berupa tegangan transversal. Mesin ini dinamakan dengan Universal karena alat ini dapat melakukan berbagai macam pengujian dengan berbagai jenis objek dan bahan.

Inilah beberapa pengujian yang dapat dilakukan dengan menggunakan alat Universal Testing Machine:

1. Tensile Test

UNIVERSAL TESTING MACHINE

Tensile test atau uji tarik yang biasanya digunakan pada film atau plastic ini dilakukan mesin UTM atau mesin uji tarik dengan cara mencengkeram atau menjepit sampel pada setaip ujungnya, setelah itu alat akan menarik sampel hingga sampel tersebut patah ataupun pecah. Dalam mode tension ini, mesin utm akan bergerak keatas secara vertikal. Setelah pengujian dilakukan biasanya akan dilakukan pengujian pada kekuatan tarik parameter, persenan (%) pada perpanjangan, gaya maksimum, dll. Standar yang digunakan untuk metode uji : ASTM D 882.

2. Compression Test

universal testing machine

Compression test atau uji tekan ini dilakukan secara berlawanan dengan metode tension tadi, yakni alat akan bergerak kebawah secara vertikal untuk menekan sampel. Di dalam uji tekan, perlengkapan yang disebut dengan compression platens ( digunakan sesuai dengan ukuran spesimen yang digunakan) digunakan pada bagian atas dan bawah, setelah itu spesimen akan akan ditaruh sembari alat melakukan penekanan terhadap sampel hingga sampel mengalami kerusakan.

Beberapa jenis bahan yang sering digunakan di dalam pengujian uji tekan :

  1. Beton
  2. Logam
  3. Plastic
  4. Keramik
  5. Komposit
  6. Corrugated Boxes

Standar Penggunaan :

ASTM D 642 – Menentukan Ketahanan tekan kontainer Pengiriman, komponen dan muatan unit

ASTM D 695 – Metode pengujian standar untuk sifat tekan Plastik Kaku

3. Seal Strength Test

universal testing machine

Seal strength test atau uji kekuatan pada segel yang dilakukan dengan menggunakan mesin UTM digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada gaya maksimum yang dibutuhkan untuk membuka segel pada sebuah paket. Untuk melakukan pengujian ini, suatu kemasan akan dilakukan pengujian dengan mneggunakan heat-sealer dengan temperature yang spesifik. Tes ini juga dilakukan dalam mode uji tarik, dan hasil dari pengujian ini akan menghasilkan Gaya maksimum pada kekuatan segel.

Intinya, pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan memeriksa seberapa besar kekuatan yang dibutuhkan untuk membuka sebuah paket.

4. Bond Strength Test

Bond strength test atau uji kekuatan pada ikatan ini dilakukan dengan menggunakan mesin UTM untuk melakukan pengujian pada gaya ikatan antara 2 lapisan pada material. Hasil pengujian dari test ini diukur dalam bentuk gaya rata rata, kemudian akan dilakukan pemeriksaan pada hasil uji berbentuk grafik, jika grafik memberikan gaya dalam bentuk yang seragam, maka dapat dipastikan bahwa perekat sudah diterapkan dengan benar pada bahan atau struktur, dan begitu pula sebaliknya.

5. Gliding Force Test

Gliding force test yang dilakukan dengan menggunakan mesin UTM ini digunakan untuk melakukan pemeriksaanpada kehalusan antara 2 permukaan. Pengujian ini dapat dilakukan pada kedua metode yaitu uji tarik dan uji tekan, tergantung pada pengujian seperti apa dan sampel apa yang akan digunakan didalam pengujian.

Contoh pengujian gliding force test seperti pengujian yang dilakukan pada sebuah jarum suntik. Pada pengujian ini, alat akan diuji dalam mode kompresi, dan plugger akan mendorong kepala injeksi hingga mencapai batasan tertentu. Hasil akhir dari pengujian akan ditampilkan dalam bentuk grafik.

6. Puncture Test

Pengujian ini dilakukan dengan cara menempatkan sampel pada bagian bawah dari alat yang mana area yang berbentuk lingkaran tersebut diamankan dengan parameter agar tetap berlubang (ini dilakukan sesuai dengan standar yang sudah ada)

Lalu kemudian akan digunakan probe yang berbentuk runcing yang akan bergerak kebawah hingga probe menusuk bahan pengujian. Hasil dari pengujian ini akan dihitung dalam bentuk gaya maksimum yang dibutuhkan untuk menusuk material.

7. 3-point bend Test or Flexural test

Pengujian yang satu ini dilakukan dalam metode uji tekan, yang mana material akan ditahan menggunakan 2 penyangga pada kedua ujungnya, setelah itu plugger akan menerapkan gaya tekanan pada bagian tengah dari material hingga material mengalami kerusakan. Hasil akhir dari pengujian ini akan dihitung dalam bentuk modulus elastisitas.

8. Co-efficient of Friction Test

Uji gesakan ini dilakukan untuk menentukan kehalusan pada 2 material dengan cara menggeser salah satu bahan menuju ke bahan lainnya. Hasil pengujian yang akan diamati adalah koefisien dari gaya statis (gaya awal) serta koefisien gesekan kinetic (rata rata saat meluncur/bergeser).

9. Spring Testing

Pengujian ini dilakukan pada sebuah pegas dalam metode uji tegang dan tekan, tergantung pada pengaplikasian terakhir pada pegas. Dalam metode kompresi atau tekannya, pegas akan ditaruh diantara 2 pelat hingga titik kompresi hingga mencapai titik kompresi yang sudah ditentukan. Ada 2 hasil pengukuran pada metode ini yakni :

  • Beban/gaya pada titik tekan yang sudah ditentukan
  • Laju dari pegas atau beban per millimeter

Di dalam metode ketegangan, pegas akan ditempatkan pada sebuah kait yang akan menarik pegas hingga mencapai batas tegangan yang sudah ditentukan. Hasil akhir dari pengukuran ini biasanya akan diamati pada bagian seberapa atau berapa batasan pegas menahan tegangan yang diberikan.

10. Food texture analysis

universal testing machine

Di dalam industri kuliner atau makanan, mesin UTM akan dipasarkan sebagai mesin analisa tekstur pada makanan, tentu dengan beberapa penyesuaian yang diberikan pada alat. Pada pengujian makanan, sejauh ini tidak ada standar yang diberikan karena setiap makanan yang dibuat memiliki tektur, bahan dan rasa yang berbeda beda. Jadi setiap perusahaan akan membuat standar mereka sendiri yang hanya dapat diterapkan di dalam restoran atau pabrik mereka.

Untuk perlengkapan mesin UTM pada metode ini digunakan berbagai macam perlengkapan seperti pisau, probe yang berbentuk seperti bola, probe silinder dan probe kerucut yang mana beberapa perlengkapan tersebut juga tersedia dalam berbagai macam diameter. Hasil akhir yang dapat diperoleh setelah melakukan pengujian ini adalah Firmness, Crunchiness, Hardness, Extendibility, Brittleness, Gumminess, Cohesiveness, Stickiness dan banyak masih lagi…

Testing Indonesia – Kami sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang sytem dan monitoring system, kami jual universal testing machine dengan kualitas terbaik dan pastinya dengan harga yang bersahabat. Untuk informasi lebih lanjut pada alat anda dapat KLIK DISINI atau untuk penawaran harga pada alat dan pembelian anda dapat menghubungi kami melalui :

PT Testindo | Testingindonesia.co.id
Jl.Radin Inten II No 61B Duren Sawit Jakarta Timur
Whatsapp : +62 815-6141-954 (Zulfikri)
Whatsapp : +62 822-5870-6420 (Anto)
Email: sales@testindo.com
Telp: (021) 2956 3045

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *