Pernah nggak sih Anda menghadapi situasi di mana mesin pabrik tiba-tiba mati total di tengah kejar target produksi? Padahal, kemarin saat dicek secara kasat mata, semuanya tampak baik-baik saja.
Nah, bagi Anda yang sehari-hari bergelut di dunia maintenance, reliability, atau Plant Manager, kejadian semacam ini pastinya menjadi mimpi buruk bagi mereka semua. Downtime tak terencana bukan cuma bikin pusing kepala karena harus lembur perbaikan, tapi juga bisa bikin perusahaan rugi hingga jutaan rupiah hanya dalam hitungan jam.
Faktanya, mesin industri itu tidak pernah mati mendadak. Sebelum rusak parah, entah itu karena bearing aus, misalignment, atau unbalance, mesin selalu memberikan “kode” atau sinyal minta tolong kepada kita. Nah, sinyal inilah yang kita kenal dengan nama getaran (vibration).

Pertanyaannya: Bagaimana kita tahu apakah getaran mesin tersebut masih wajar atau sudah masuk tahap kritis? Di sinilah kita butuh panduan pasti, bukan sekadar feeling atau tebak-tebakan.
Mengenal ISO Vibration Standard
Sama seperti dokter yang merujuk pada standar tekanan darah untuk menilai kesehatan pasien, kita di dunia industri menggunakan ISO Vibration Standard (terutama ISO 10816 atau seri terbarunya ISO 20816) untuk menilai kesehatan mesin.
Secara sederhana, standar ISO ini mengelompokkan kondisi getaran mesin ke dalam empat zona warna yang sangat mudah dipahami:
- Zone A (Hijau): Getaran mesin sangat halus. Biasanya ini adalah kondisi mesin yang baru saja dipasang atau baru selesai di-overhaul.
- Zone B (Kuning Muda): Kondisi normal dan aman. Mesin bisa dioperasikan terus-menerus tanpa batasan waktu.
- Zone C (Kuning Tua/Oranye): Warning! Getaran mulai meninggi. Mesin masih bisa beroperasi untuk waktu terbatas, tapi Anda sudah harus bersiap menjadwalkan perbaikan (preventive maintenance) sebelum terjadi kerusakan fatal.
- Zone D (Merah): Danger! Getaran sangat berbahaya. Mesin berisiko tinggi mengalami kerusakan fatal kapan saja. Mesin harus segera dimatikan dan diperbaiki.
Dengan berpedoman pada standar ISO ini, tim maintenance Anda bisa mengubah strategi dari yang awalnya “perbaiki kalau rusak” (reactive) menjadi “pantau dan perbaiki sebelum rusak” (predictive).

BACA JUGA : Mengenal Fungsi Vibration Sensor Untuk Industri
Aturan Pemerintah dan Urgensinya di Lapangan
Lebih jauh lagi, memantau getaran mesin bukan sekadar urusan keawetan aset perusahaan, tapi juga menyangkut kepatuhan terhadap hukum dan keselamatan kerja (K3).
Di Indonesia, pemerintah mengatur ketat hal ini. Mesin yang bergetar tidak normal berpotensi membahayakan struktur bangunan dan keselamatan pekerja di sekitarnya. Hal ini diatur dalam:
- Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja: Mengatur Nilai Ambang Batas (NAB) paparan getaran bagi pekerja. Mesin yang rusak getarannya akan merambat ke lantai kerja, dan jika melebihi NAB, perusahaan bisa terkena teguran atau sanksi karena membahayakan saraf dan sendi pekerja.
- Permenaker No. 38 Tahun 2016 tentang K3 Pesawat Tenaga dan Produksi: Mewajibkan perawatan dan pengujian mesin secara berkala untuk memastikan mesin aman dioperasikan tanpa potensi malfungsi mekanis.
Jadi, punya alat ukur getaran, baik itu vibration meter atau vibration analyzer yang mumpuni bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan esensial agar pabrik Anda tetap produktif, aman, dan mematuhi regulasi.

Jangan Sembarang Pilih Alat Ukur
Mengetahui teori ISO saja tidak cukup jika Anda menggunakan alat ukur getaran mesin yang kurang akurat atau abal-abal. Alat ukur murah seringkali hanya menampilkan angka mentah yang membingungkan.
Gunakanlah alat ukur getaran mesin yang sudah mengadopsi standar ISO di dalam sistemnya. Alat ukur yang ideal (Vibration Meter/Analyzer standar industri) tidak hanya akan menampilkan nilai kecepatan (velocity), percepatan (acceleration), atau pergeseran (displacement), tetapi juga secara otomatis memberi tahu Anda di mana posisi mesin tersebut berada (Zone A, B, C, atau D) berdasarkan klasifikasi daya dan ukuran mesin sesuai standar ISO.
Dengan begitu, mekanik Anda di lapangan tidak perlu lagi repot-repot buka buku tebal untuk mencocokkan angka. Tinggal ukur, lihat zonanya, dan ambil keputusan saat itu juga. Cepat, akurat, dan menghemat banyak waktu!

LIHAT PILIHAN ALAT UKUR GETARAN MESIN TERBAIK UNTUK MESIN ANDA DI SINI!
Mari Tingkatkan Keandalan Mesin Anda Hari Ini!
Kini Anda sudah tahu betapa pentingnya mengukur getaran mesin menggunakan standar yang tepat. Jangan biarkan downtime mendadak merenggut target produksi bulanan Anda dan melanggar standar K3 yang berlaku.
Jika Anda sedang mencari solusi, berkonsultasi mengenai alat ukur getaran mana yang cocok untuk jenis mesin di pabrik Anda, atau ingin berinvestasi pada Vibration Meter/Analyzer berkualitas tinggi yang berstandar ISO, kami siap membantu.
Hubungi kami sekarang untuk diskusi teknis dan penawaran terbaik:
Office: Jl. Radin Inten II No 61 B Duren Sawit, Jakarta Timur Phone: 021-2956-3045 Whatsapp: 0823-1234-7066 (Rizki) Email: sales@testingindonesia.co.id

