Saat memilih sistem pemantauan emisi, Anda mungkin bingung mana yang cocok untuk kebutuhan atau industri Anda. Sekarang ini sudah banyak pilihan Continuous Emission yang tersedia di pasaran, sehingga Anda tidak perlu bingung memilih sistem pemantauan emisi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. memilih gas analyzer

Continuous Emission Monitoring System sangat penting untuk semua pabrik, kilang minyak, pembangkit listrik, dan industri lainnya yang mana pembakaran bahan bakar dan pembuangan gas sering terjadi. Sistem pemantauan emisi ini dapat memberikan informasi tingkat debu, dan konsentrasi polutan udara seperti SO2, NOx, CO, CO2, THC dan O2 di lokasi tertentu, sehingga memastikan mereka tetap aman untuk lingkungan sekitar dan tidak menyebabkan kebakaran.

Selain untuk meningkatkan keamanan pabrik, CEMS juga merupakan metode untuk memastikan bahwa pabrik yang bersangkutan mematuhi peraturan emisi. Setiap negara memiliki standar dan metode yang berbeda untuk pemantauan lingkungan, dengan semua pabrik wajib memantau dan menganalisis limbah gas buang mereka untuk memastikan mereka mematuhi batas maksimum yang relevan untuk kontaminan tertentu.

Misalnya Indonesia, memiliki peraturan yang mewajibkan pabrik memasang CEMS untuk memantau tingkat emisi seperti yang tertulis di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Sistem Informasi Pemantauan Emisi Industri Secara Terus Menerus.

Continuous Emission Monitoring System atau disingkat CEMS merupakan sistem untuk memantau emisi dari cerobong asap di lokasi industri seperti kilang minyak, pembangkit listrik (tenaga batu bara, fosil, dll), dan pabrik lain di mana pembakaran bahan bakar sering terjadi.

Sistem pemantauan emisi ini didesain khusus untuk mengukur aliran bahan bakar, debu, dan konsentrasi polutan udara seperti SO2, NOx, CO, CO2, THC dan O2 sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk sumber emisi.

CEMS menganalisis gas secara terus-menerus untuk mengukur polutan yang dilepaskan ke udara. Sistem pemantauan emisi harus menghasilkan pengukuran yang stabil dan akurat serta tidak terpengaruh oleh polutan lain.

Jenis-jenis gas analyzer

cems, continuous emission monitoring system, monitoring emisi, jual cems, monitoring emisi gas, emisi karbon, emisi gas, emisi pabrik, sistem pemantauan emisi, memilih cems analyzer, cems analyzer

Gas analyzer merupakan salah satu komponen penting untuk CEMS yang berfungsi mengukur dan menganalisis gas. Dengan mengenali komponen gas analyzer, mungkin Anda bisa memutuskan jenis gas analyzer apa untuk CEMS Anda. Berikut beberapa jenis gas analyzer yang bisa diintegrasikan pada Continuous Emission Monitoring System.

Gas analyzer ultraviolet (UV)

Gas analyzer berbasis UV bisa Anda dipilih untuk Sistem Pemantauan Emisi karena tidak bisa terpengaruh oleh air (H2O) dan karbon dioksida (CO2). Alat ini juga menyediakan rentang yang luas untuk beberapa pengukuran. Prosesnya juga tidak perlu pengeringan sampel, sehingga memudahkan penanganan dan integritas sampel.

Spektrometer FTIR

Dibandingkan dengan metode IR lainnya, Fourier Transform Infrared spectroscopy (FTIR) dapat mengukur banyak komponen secara real-time karena penggunaan interferometer yang memungkinkan pengumpulan rentang panjang gelombang yang luas. Spektrometer FTIR merupakan salah satu teknologi yang paling akurat karena sensitivitas dan kemampuannya untuk mengenali konsentrasi gas yang sangat rendah. Gas analyzer FTIR dapat mengukur dari tingkat ppm rendah hingga vol-%.

Flame Ionization Detectors (FID)

Flame-ionization Detector (FID) mengukur total karbon organik (TOC) yang terkandung dalam sampel gas emisi. Alat ini merupakan teknologi yang paling sensitif dan banyak digunakan untuk pengukuran Total Hidrokarbon (THC), Hidrokarbon Non-Metana (NmHC), dan Metana (CH4).

Zirconia oxygen analyzer

Pengukuran zirkonium oksida digunakan dalam sistem pemantauan emisi karena merupakan teknologi sensing terpercaya yang telah terbukti di industri untuk analisis oksigen yang cepat dan akurat dalam berbagai aplikasi, terutama proses pembakaran. Mampu mengukur oksigen pada tingkat persentase atau ppm, sensor oksida zirkonium dapat digunakan baik dalam instrumen penyelidikan ekstraktif maupun insitu, memberikan solusi untuk berbagai industri.

Itulah cara memilih gas analyzer yang tepat untuk cems Anda. Kunjungi website kami untuk informasi menarik lainnya. Hubungi kami di Office: 021-2956-3045, Email: sales@testingindonesia.com, Whatsapp: 0813-9929-1909 (Zulfikri), 0822-5870-6420 (Anto) jika Anda membutuhkan informasi terkait sistem pemantauan emisi kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *