Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai Concrete Testing atau tes pada beton, Typical Fresh Concrete Testing , Contoh Pengaplikasian dan pembahasan lainnya
Concrete Testing merupakan sebuah alat uji yang digunakan untuk mengukur beton, baik dari segi kekuatan, keretakan ataupun lokasi material yang ada di dalam beton. Menilai sifat sifat beton yang baru selama pembangunan, membuat para kontraktor berada pada posisi yang lebih baik untuk menanggapi masalah seperti rendahnya kekuatan atau adanya keretakan
Data uji concrete testing yang baru seperti uji kemerosotan dan udara dapat membantu dalam menunjukkan kemungkinan penyebab dan juga membantu penyelidikan dalam memecahkan masalah. Seperti masalah kekurangan air, atau kandungan udara yang terlalu tinggi atau malah terlalu rendah.
Dalam melakukan pengujian concrete ini akan dilakukan oleh teknisi lapangan dengan laboratorium yang sudah memiliki sertifikat. Hal tersebut tentu akan menjamin bahwa pengambilan sampel yang dilakukan di lapangan dan laboratorium sudah dilakukan dengan tepat.
Typical Fresh Concrete Test
Setiap prosedur atau metode di dalam pengujian tentu harus dilakukan dengan baik dan benar dalam jangka waktu yang sudah ditentukan agar hasil test dapat dibandingkan. Concrete test ini dilakukan dapat digunakan dengan satu set silinder. Data dari test ini tentu akan sangat membantu dalam melakukan penilaian pada jumlah produksi campuran serta konsistensi pada kinerjanya.
Meskipun pengambilan sampel dan pengambilan dan pengawetan spesimen bukanlah metode per se, pengujian ini sangat penting karena pengujian yang dilakukan selanjutnya akan bergantung pada sampel pada beton dan sampel lainnya dibuat.
Contoh Pengaplikasian

Pengambialn sampel pada beton adalah langkah pertama dalam menentukan apakah beton yang dipersiapkan sudah sesuai dengan dengan spesifikasi. Perdoman tersebut adalah cara agar pada saat pengambilan sampel komposit dengan total volume yang cukup, pada saat sudah siap diaduk setelah 10% dan sebelum 90% dari muatan yang sudah dibuang.
Sampel sampel tersebut harus diambil sebelum 15 menit dan diaduk ulang untuk mendapatkan sampel yang komposit. Kemudian sampel akan ditutup dengan tujuan untuk melindungi terhadap adanya penguapan yang cepat dan untuk menghindari adanya kontaminasi.
Tes Kemerosotan
Tes kemerosotan ini berlaku pada beton dengan kemerosotan yang lebih dari ½ inci dan kurang dari 9 inci. Setelah selesai mencampur beton maka akan dimulai dengan mengambil hasil tes dalam 5 menit. Dimulai dengan mengisi cetakan setinggi 12 inci dengan bentuk kerucit kerucut berdiameter 8 inci pada bagian bawah dan berdiameter 4 inci pada bagian atasnya.
Kemudian isi cetakan dalam 3 lapisan dengan volume yang sama, bukan dengan tinggi yang sama. Setelah selesai melakukan pengisian, maka angkat kerucut agar beton menyusut dan hasil test kemerosotan akan didasarkan pada konsistensinya.
Kemudian akan dilakukan pengukuran jumlah pada kemerosotan yang dialami beton mulai dari ketinggian 12 inci hingga ¼ inci. Apabila hasil tes berada di luar kisaran yang sudah ditentukan sebelumnya biasanya tes pemeriksaan akan dilakukan untuk melalukan konfirmasi ulang pada hasil test.
Air Content (Pengisian Udara)
Air content atau pengisian udara ini pada umumnya digunakan pada negara-negara yang memiliki musim dingin. Pengukuran kadar udara akan dilakukan pada beton dengan kepadatan udara normal, pada umumnya kadar udara pada beton akan ditentukan oleh si enggineer.
15 menit setelah dilakukan pengambilan pada sampel komposit. Maka mulailah dengan mengisi tanki 0,25 kaki pada alat uji air content pada 3 lapisan yang sama. Setelah rodding, maka pukul bagian luar tanki dengan menggunakan palu sebanyak 12 hingga 15 kali dengan tujuan untuk menutup lubang udara. Setelah menyelesaikan 3 lapisan pertama, maka hentikan penyiraman untuk pengisisan volume 0,25 kaki.
Pada kondisi tersebut, maka dapat ditimbang sebagai bagian dari perhitungan untuk menentukan berat dari unit beton.
Setelah itu, kaitkan bagian atas pada alat uji air content di atas tanki, lalu ini celah udara yang berada diantara bagian atas beton yang terbentur dengan bagian bawah. Kemudian bagian atas akan diberi tekanan dengan pompa tangan yang terpasang hingga muncul angka 0 atau yang sudah disesuaikan dengan persyaratan kalibrasi.
Setelah stabilisasi dilakukan, maka lepaskan bagian atas tekanan dan kemudian lakukan pembacaan pada tombol navigasi pada bagian atas alat.
Densitas
Densitas atau berat unit diukur dengan menggunakan pengukur tekanan Tipe B untuk memverifikasi persetujuan pada desain campuran pada proyek yang sudah disetujui. Informasi yang sudah diperoleh melalui tes ini akan digunakan sebagai penentu dari hasil yang sudah relatif. Hasil tersebut juga dapat digunakan guna untuk menghitung jumlah pada udara campuran.
Uji Silinder
uji silinder akan memberikan verifikasi pada kekuatan tekanan campuran yang sudah ditentukan. Pada umumnya akan digunakan cetakan berbahan plastik dengan diameter 6 inci kali 12 inci. Namun beberpa proyek juga menggunakan silinder dengan diameter 4 inci kali 8 inci.
Langkah pertama dengan mengisi cetakan yang berdiameter 6 inci dengan 3 lapisan yang sama, kemudian masukkan setiap lapisan sebanyak 25 kali.
Setelah setiap lapisan rodding, ketuk bagian luar cetakan guna untuk menghilangkan sisa sisa udara yang masih tersisa. Setelah selesai mengisi cetakan, matikan bagian atas layer beton dengan bagian atas cetakan, kemudian simpan cetakan pada suhu 60 hingga 80 derjat F.
Pengujian Beton Di Lapangan
Untuk cara utama pada pengujian beton yang tidak merusak barang /material adalah dengan cara melalui penggunaan cara Schmidt Rebound Hammer. Palu akan bekerja dengan melalui penembakan pada pegas di beton dan kemudian akan mengukur nilai rebound massa dari beton. Kemudian nilai ini akan dibandingkan dengan grafik konversi untuk memberikan perkiraan kasar dari kekuatan beton.
Testing Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang monitoring system kami jual concrete tester dengan kualitas terbaik dan pastinya dengan harga yang bersahabat. untuk informasi dan pembelian silahkan hubungi kami melalui nomor telepon : 021-2956-3045 atau melalui sales kami di email : Sales@testingindonesia.com
Jika ada kebutuhan silahkan chat kami di tombol dibawah ini:
Testing Indonesia
Office: Jl. Radin Inten II No 61 B Duren Sawit Jakarta Timur
Phone: 021-2956-3045
Whatsapp: 0823-1234-7066 (Rizki)
Email: sales@testingindonesia.co.id
Sources : www.archtoolbox.com, www.concretenetwork.com,

